Penyebab malnutrisi pada anak-anak dan orang dewasa

Malnutrisi atau Gizi buruk bukanlah masalah sepele karena kondisi ini sangat berpengaruh dalam pertumbuhan putra dan putri penerus bangsa. Sebagai negara berkembang, Indonesia masih memiliki sejumlah penghuni yang tidak memiliki cukup makanan. Karena itu, secara otomatis anak yang seharusnya bisa berkembang secara normal dapat terhambat oleh pertumbuhan dan perkembangan.

Malnutrisi pada bayi, anak-anak dan orang dewasa adalah kondisi yang sangat memprihatinkan karena masuknya zat makanan ke dalam tubuh. Munculnya gangguan gizi selalu menjadi penyebab dan untuk mengatasi masalah ini, penting untuk terlebih dahulu mengenali penyebab gizi buruk pada anak.

Beberapa Faktor Penyebab Gizi Buruk

1. Kurang pengetahuan tentang nutrisi makanan
Masih ada orang yang kurang pengetahuan tentang makanan bergizi dan gizi. Tidak perlu untuk mengurangi keluarga kelas menengah, keluarga yang sebenarnya berpenghasilan cukup atau bahkan lebih, banyak yang melayani sekenanya dan makanan ringan. Inilah yang bisa menjadi penyebab gangguan gizi pada anak.

Oleh karena itu, gangguan gizi tidak hanya rentan terhadap orang-orang dari keluarga kelas menengah ke bawah. Keluarga dengan pendapatan tinggi dan bagus bisa mengalami kekurangan gizi. Itulah sebabnya setiap keluarga, terlepas dari kondisi ekonomi mereka, perlu mengetahui pentingnya makanan bergizi, terutama yang diberikan kepada anak.

2. Faktor ekonomi rendah
Penghasilan terbatas dalam keluarga menjadi salah satu penyebab malnutrisi pada anak-anak. Tentu saja, makanan yang disajikan untuk keluarga tergantung pada seberapa banyak atau banyak pendapatan keluarga. Kualitas makanan dan kuantitasnya akan ditentukan dari pendapatan yang diterima.

Namun, keluarga mungkin belum tentu memenuhi asupan nutrisi makanan yang benar-benar bagus. Jangan juga berasumsi bahwa makanan dengan kebutuhan nutrisi lengkap hanya bisa dilakukan oleh lingkungan keluarga dengan pendapatan yang cukup atau lebih. Hanya saja keluarga berpendapatan rendah akan berisiko lebih besar mengalami kekurangan gizi karena uangnya tidak cukup untuk membeli makanan bergizi.

3. Faktor sanitasi
Malnutrisi tidak hanya disebabkan oleh rendahnya masalah ekonomi, namun lingkungan rumah dengan sanitasi yang buruk juga sangat berpengaruh. Bila rumah sendiri bukan tempat dengan sanitasi yang baik dan terjaga, maka hal ini bisa sangat mempengaruhi kesehatan anak.

Mengapa anak-anak? Ini karena anak-anak dalam masa pertumbuhan mereka masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Itulah sebabnya anak menjadi sangat sakit dan ketika sanitasi di rumah tidak baik, anak-anak otomatis menjadi sasaran empuk. Sanitasi yang buruk juga bisa mencemari sejumlah makanan yang akan Anda miliki, sehingga pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap kesehatan.

4. Kurangnya ketersediaan makanan
Kami, yang tinggal di kota, akan merasa sangat puas karena bisa mendapatkan makanan dengan mudah karena ada juga pasar tradisional, supermarket juga tersedia dimana-mana. Namun, bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil dan jauh dari mana-mana, ini menjadi sesuatu yang memicu minimnya ketersediaan pangan.

Kurangnya ketersediaan pangan sangat umum terjadi, terutama pada keluarga dengan pendapatan rendah. Secara umum, malnutrisi jauh lebih berisiko bagi anak-anak dari keluarga tunawisma. Ini adalah kasus atau sebab khas di banyak negara berkembang.

5. Kesulitan menelan
Penyebab malnutrisi bukan hanya faktor tempat tinggal atau pendapatan keluarga saja. Bahkan, bahkan anak-anak atau orang dewasa pun bisa mengalami kekurangan gizi jika mereka memiliki riwayat disfagia. Disfagia adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan menelan, sehingga mereka cenderung akan makan lebih sedikit.

Bila seseorang mengalami disfagia, maka menjadi sulit untuk menelan dan meningkatkan risiko kekurangan gizi. Penyebab utamanya adalah penyumbatan yang terjadi di tenggorokan. Terkadang, lesi di mulut atau tenggorokan bisa menjadi pemicu disfagia ini sehingga, terlalu lama diabaikan, bisa mengurangi asupan makanan, sehingga nutrisi yang baik tidak bisa diraih.

6. Kehilangan nafsu makan
Ada beberapa penyebab, begitu juga mengapa seseorang menjadi nafsu makan yang tidak stabil. Kehilangan nafsu makan jangka panjang bisa berakibat fatal bagi tubuh dimana tubuh jelas kekurangan nutrisi. Jika Anda sudah mencoba cara meningkatkan nafsu makan Anda tetap tidak bekerja, Anda harus mempertanyakan kondisi ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*