PERAN PENGELOLA HOMESTAY YOGYAKARTA UNTUK WISATAWAN ASING

Wisatawan asing kebanyakan memerlukan homestay, bukan hotel. Mengapa demikian? Karena wisatawan asing menginginkan sesuatu yang baru termasuk mereka ingin lebih berbaur dengan warga setempat yang berperan menjadi manajemen pengelola homestay.

Mereka akan lebih senang jika disuguhkan dengan hal yang bersifat kemasyarakatan yang identik dengan kesederhanaan. Justru dari kesederhanaan tersebut sering menimbulkan rasa penasaran, termasuk rasa penasaran dari wisatawan asing.

Untuk hal kemewahan seperti hotel, wisatawan asing sudah tidak aneh lagi karena di negara mereka kebanyakan hotel yang lebih mewah dari negara Indonesia sendiri. Bahkan salah satu tujuan mereka berkunjung ke Indonesia yaitu untuk mengenal lebih dekat budaya yang tidak ada di negaranya.

Terciptanya Pengelola Homestay Yogyakarta Bukan Hanya Untuk Pengunjung Lokal

Saat ini banyak yang mempunyai pikiran bahwa untuk memajukan kota wisata di berbagai daerah di Indonesia harus ditandai dengan adanya kehadiran hotel atau aneka model penginapan yang lebih ke nuansa masa kini atau modern.

Tapi jika dikaji lebih dalam lagi tidaklah demikian. Saat ini ada perbedaan kecenderungan wisatawan, khususnya yang menjadi pelancong ke daerah-daerah yang masih menyimpan dengan lekat keunikan budaya daerahnya, seperti kota Yogyakarta.

Tidak hanya menyatu dengan alam Yogyakarta tapi juga menyatu dengan kebudayaan setempat. Para wisatawan asing terutama mereka akan lebih menikmati daerah yang mereka kunjungi dengan hidup langsung bersama masyarakat setempat.

Untuk mengatasi hal tersebut yang harus dilakukan adalah melatih para masyarakat Yogyakarta untuk menyiapkan tempat tinggal yang akan menjadi tempat menginap bagi wisatawan asing dalam bentuk homestay.

Tidak perlu mewah seperti hotel, karena yang diinginkan para wisatawan adalah kesederhanaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat daerah. Maka dari itu akan terbentuklah homestay management Yogyakarta.

Dengan tersedianya kamar yang standar saja itu sudah cukup memenuhi kebutuhan untuk membuka usaha jasa penginapan. Bagi tuan rumah atau pengelola homestay Yogyakarta jangan keberatan untuk memasak makanan yang akan disajikan karena hal tersebut sudah termasuk dalam pelayanan.

Akan lebih baik kalau pengelola homestay Yogyakarta menyajikan masakan khas kota Yogyakarta, hal tersebut juga menjadi tujuan mengenalkan makanan lokal ke wisatawan asing terutama bagi mereka yang sudah bosan dengan makanan pokok mereka seperti keju, roti, kentang, dan lain-lain.

Keuntungan Dirasakan Sendiri Oleh Homestay Management Yogyakarta

Kalau dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya mengenai kemauan wisatawan asing dengan adanya kesederhanaan ini cukup membawa keuntungan. Masyarakat di desa-desa yang menjadi objek wisata akan merasakan langsung hasilnya, jadi mereka tidak hanya melihat turis yang datang tetapi juga menjamunya.

Tidak hanya tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan asing, melainkan masyarakatnya juga harus sejalan misalkan melatih bagaimana bersikap ramah untuk kegiatan wisatawan asing.

Mempelajari berbagai bahasa untuk berkomunikasi langsung dengan para turis itu juga harus dipenuhi. Para pengelola homestay Yogyakarta juga bisa menyempatkan waktu untuk mengajarkan pada turis bahasa daerahnya yaitu bahasa Jawa.

Jadi dengan perannya pengelola homestay Yogyakarta juga membawa pengaruh terhadap para masyarakat yang tinggal di daerah penginapan ataupun para pengusaha penginapan itu sendiri.